Muhamad Arighi
Immediate-Renova – Dalam dinamika bola basket profesional Indonesia (IBL), nama Muhamad Arighi Hadran Noor telah bertransformasi dari sekadar talenta muda berbakat menjadi sosok pilar yang disegani. Sebagai shooting guard andalan Pelita Jaya Jakarta, Arighi tidak hanya dikenal karena parasnya yang kerap mencuri perhatian, tetapi lebih karena akurasi tembakan jarak jauhnya yang mematikan—sebuah atribut yang membuatnya layak dijuluki sebagai “Sang Sniper”.
Perjalanan Arighi di IBL adalah cermin dari kerja keras dan konsistensi. Di tengah gempuran pemain asing yang mendominasi statistik liga, Arighi muncul sebagai representasi pemain lokal yang mampu memberikan dampak instan di lapangan. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan karier, evolusi gaya bermain, hingga peran krusial Arighi dalam ambisi Pelita Jaya merengkuh gelar juara.
Akar Perjalanan Muhamad Arighi, Dari Level Universitas hingga Panggung Profesional

Bakat besar Muhamad Arighi sebenarnya sudah tercium jauh sebelum ia menginjakkan kaki di liga profesional. Arighi adalah produk unggulan dari sistem pembinaan bola basket universitas yang kompetitif di Indonesia. Menempuh pendidikan dan membela Universitas Pelita Harapan (UPH), Arighi menjadi motor serangan yang membawa kampusnya mendominasi berbagai turnamen antarmahasiswa.
Keputusannya untuk bergabung dengan Pelita Jaya Jakarta merupakan langkah strategis yang tepat. Pelita Jaya, sebagai salah satu klub dengan sejarah panjang dan fasilitas terbaik, memberikan ruang bagi Arighi untuk belajar dari para senior dan pemain asing berkualitas. Sejak musim debutnya, Arighi menunjukkan bahwa ia memiliki mentalitas yang berbeda. Ia tidak gentar menghadapi tekanan di menit-menit krusial, sebuah karakteristik yang jarang dimiliki oleh pemain muda.
Analisis Gaya Bermain: Mekanisme Tembakan dan Off-Ball Movement
Apa yang membuat Arighi begitu berbahaya di garis tiga angka? Jawabannya terletak pada mekanika tembakannya yang sangat efisien dan cepat (quick release).
Akurasi Jarak Jauh (The Three-Point Threat)
Arighi memiliki kemampuan untuk melepaskan tembakan dalam berbagai situasi—baik itu melalui skema catch-and-shoot maupun setelah melakukan dribel. Akurasinya yang konsisten memaksa pertahanan lawan untuk selalu menempel ketat dirinya, yang secara tidak langsung membuka ruang bagi rekan setimnya untuk melakukan penetrasi ke area paint.
Pergerakan Tanpa Bola (Off-Ball Movement)
Seorang sniper sejati tidak hanya diam menunggu bola. Arighi sangat cerdik dalam memanfaatkan screen yang diberikan oleh para pemain big man Pelita Jaya. Ia terus bergerak, mencari celah di sudut lapangan (corner) atau melakukan v-cut untuk melepaskan diri dari penjagaan. Inilah yang membuat intensitas serangan Pelita Jaya tetap terjaga meskipun pemain asing mereka sedang dijaga ketat.
Evolusi Menjadi Pemain Two-Way yang Komplet

Dulu, kritikan yang sering dialamatkan kepada pemain dengan tipe penembak adalah kurangnya kontribusi di sisi pertahanan. Namun, Muhamad Arighi Pemain Pelita Jaya di musim terbaru telah mematahkan stigma tersebut. Ia telah berevolusi menjadi pemain two-way player yang handal.
Di bawah arahan pelatih-pelatih kelas dunia yang didatangkan Pelita Jaya, Arighi meningkatkan kekuatan fisiknya. Ia kini lebih berani melakukan body contact saat bertahan dan memiliki lateral quickness yang baik untuk menjaga pemain lawan yang lebih lincah. Peningkatan dalam aspek pertahanan inilah yang membuatnya mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten. Arighi memahami bahwa di level profesional, tembakan yang bagus mungkin memenangkan pertandingan, tetapi pertahanan yang solidlah yang memenangkan kejuaraan.
Kematangan Mental di Panggung Besar
Kematangan seorang pemain tidak hanya diukur dari statistik poin atau assist, melainkan dari bagaimana ia bereaksi dalam situasi penuh tekanan. Arighi telah berkali-kali membuktikan bahwa ia memiliki “darah dingin” di saat-saat menentukan.
Dalam beberapa laga playoff atau pertandingan ketat melawan rival bebuyutan seperti Satria Muda, Arighi kerap menjadi pemecah kebuntuan. Ketika serangan tim macet, tembakan tiga angka dari tangannya sering kali menjadi momentum kebangkitan Pelita Jaya. Kematangan ini didapat dari jam terbangnya bersama Tim Nasional Bola Basket Indonesia. Pengalaman bertanding di level internasional, menghadapi lawan-lawan dengan postur lebih besar dan permainan lebih cepat, telah menempa mentalitas Arighi menjadi lebih tangguh.
Peran dalam Ekosistem Pelita Jaya Jakarta
Pelita Jaya saat ini dikenal sebagai “Los Galacticos”-nya basket Indonesia karena bertabur bintang. Di dalam tim yang penuh dengan pemain kaliber bintang seperti Andakara Prastawa atau pemain-pemain naturalisasi, Arighi berhasil menemukan ceruknya sendiri.
Ia berperan sebagai penyeimbang. Kehadiran Arighi di lapangan memberikan ancaman eksternal yang permanen bagi lawan. Dalam skema serangan Pelita Jaya yang cair, Arighi sering kali menjadi opsi kedua atau ketiga yang mematikan. Selain itu, kepribadiannya yang rendah hati dan kerja kerasnya di sesi latihan menjadikannya sosok yang dihormati di ruang ganti. Arighi bukan hanya aset teknis bagi klub, tetapi juga representasi dari budaya pemenang yang ingin dibangun oleh manajemen Pelita Jaya.
Proyeksi Masa Depan, Menuju Ikon Basket Indonesia

Dengan usia yang masih relatif muda, batas kemampuan (ceiling) Muhamad Arighi masih sangat tinggi. Masa depannya tidak hanya cerah di level klub, tetapi juga sebagai tulang punggung Timnas Indonesia untuk tahun-tahun mendatang.
Tantangan bagi Arighi selanjutnya adalah konsistensi. Untuk menjadi pemain legendaris, ia perlu mempertahankan persentase tembakannya di angka yang tinggi sepanjang musim dan terus memperluas variasi serangannya, seperti meningkatkan kemampuan penetrasi ke dalam (drive to the basket). Jika ia mampu terus berkembang secara konsisten, tidak menutup kemungkinan Arighi akan menjadi wajah utama dari kompetisi IBL di masa depan.
Sang Penembak yang Terus Mengasah Bidikannya
Muhamad Arighi adalah contoh nyata bagaimana bakat yang dipadukan dengan etos kerja yang tepat dapat menghasilkan performa yang luar biasa. Ia telah bertransformasi dari seorang penembak jitu yang hanya mengandalkan bakat alam menjadi pemain yang matang secara taktik, fisik, dan mental.
Bagi para penggemar Pelita Jaya, kehadiran Arighi di lapangan adalah jaminan hiburan dan harapan. Setiap kali bola meninggalkan ujung jarinya saat melepaskan tembakan tiga angka, seisi stadion seolah menahan napas, menanti dentuman bola yang masuk ke dalam jaring. Arighi adalah “Sang Sniper”, dan ia baru saja memulai perburuannya untuk gelar-gelar juara yang lebih bergengsi.
