Jean Mota
Immediate-Renova – Sepak bola Indonesia kembali membuat kejutan besar di bursa transfer musim ini. Persija Jakarta, klub kebanggaan ibu kota yang memiliki sejarah panjang dan basis suporter fanatik, resmi mengumumkan kedatangan gelandang kelas dunia, Jean Mota. Kedatangan pemain asal Brasil ini bukan sekadar penambahan kuota pemain asing biasa, melainkan sebuah pernyataan ambisi dari manajemen Macan Kemayoran untuk merajai kembali kasta tertinggi Liga 1.
Namun, yang paling menyita perhatian publik dan media adalah latar belakang karier Jean Mota sebelum mendarat di Jakarta. Ia adalah salah satu pemain yang beruntung pernah berbagi ruang ganti dan lapangan hijau dengan megabintang dunia, Lionel Messi, saat membela klub Major League Soccer (MLS), Inter Miami. Artikel ini akan mengupas tuntas profil, perjalanan karier, hingga peran strategis Jean Mota bagi Persija Jakarta.
Profil Jean Mota, Bakat Samba dengan Visi Eropa

Jean Mota Oliveira de Sousa lahir di São Paulo, Brasil, pada 15 Oktober 1993. Tumbuh besar di negeri yang memuja sepak bola sebagai agama, Mota dibekali dengan teknik dasar yang sangat mumpuni khas pemain Brasil. Posisi aslinya adalah gelandang serang, namun fleksibilitas taktisnya memungkinkan ia bermain sebagai gelandang tengah (box-to-box) atau bahkan di sisi sayap.
Karier profesionalnya dimulai di klub Portuguesa, namun namanya benar-benar melambung saat memperkuat salah satu klub tersukses di Brasil, Santos FC. Di Santos, Mota mengenakan nomor punggung keramat dan menjadi kreator serangan utama. Kemampuannya dalam melepaskan umpan terobosan akurat, visi bermain yang luas, dan akurasi tembakan jarak jauh menjadikannya salah satu gelandang paling diperhitungkan di Campeonato Brasileiro.
Bagi Persija, mendapatkan pemain dengan latar belakang Brasil namun memiliki kedisiplinan taktik tingkat tinggi adalah sebuah keuntungan besar. Mota bukan tipe pemain yang hanya mengandalkan skill individu, melainkan pemain yang mampu menghidupkan ritme permainan tim secara keseluruhan.
Pengalaman di Inter Miami: Belajar dari Lionel Messi
Dunia sepak bola internasional tersentak ketika Inter Miami mengumumkan perekrutan Lionel Messi, Sergio Busquets, dan Jordi Alba pada tahun 2023. Di tengah skuad bertabur bintang tersebut, Jean Mota adalah salah satu pilar lini tengah yang sudah lebih dulu berada di sana.
Mota sempat bermain bersama Messi dalam beberapa pertandingan krusial di MLS dan Leagues Cup. Pengalaman berlatih setiap hari dan bertanding bersama peraih delapan Ballon d’Or tersebut tentu memberikan dampak psikologis dan teknis yang luar biasa bagi Mota. Ia melihat langsung bagaimana profesionalisme tingkat tinggi dan kecerdasan ruang yang dimiliki Messi.
Pengalaman internasional ini menjadi nilai jual utama yang dibawa Mota ke Persija Jakarta. Ia bukan hanya membawa teknik, tetapi juga mentalitas juara dan standar permainan liga maju ke dalam ruang ganti Macan Kemayoran. Bagi para pemain muda Persija, Mota adalah perpustakaan berjalan yang bisa memberikan pelajaran berharga tentang bagaimana bersaing di level tertinggi.
Karakteristik Permainan, Apa yang Dibawa Mota ke Persija?

Kedatangan Jean Mota Pemain Persija Jakarta diharapkan mampu menyelesaikan masalah kreativitas yang sempat menghinggapi lini tengah Persija dalam beberapa musim terakhir. Berikut adalah beberapa atribut teknis yang menjadi keunggulan Mota:
-
Eksekutor Bola Mati yang Ulung: Mota memiliki akurasi tendangan bebas dan sepak pojok yang sangat mematikan. Di Liga 1, di mana banyak gol tercipta dari situasi set-piece, kemampuan Mota akan menjadi senjata rahasia Persija.
-
Visi Bermain (Playmaking): Mota memiliki kemampuan untuk melihat celah yang tidak terlihat oleh pemain lain. Umpan-umpan diagonalnya seringkali memanjakan penyerang sayap Persija untuk melakukan penetrasi.
-
Ketenangan di Bawah Tekanan: Bermain di liga sekeras MLS dan Liga Brasil menempa Mota menjadi pemain yang sangat tenang saat menguasai bola. Ia tidak mudah panik ketika ditekan oleh lawan, sebuah atribut penting untuk mengatur tempo permainan.
-
Kemampuan Bertahan yang Solid: Meskipun berposisi sebagai gelandang serang, Mota memiliki etos kerja yang baik untuk membantu pertahanan. Ia rajin melakukan pressing dan menutup ruang, sesuai dengan filosofi sepak bola modern yang menuntut transisi cepat.
Adaptasi di Jakarta: Menaklukkan Cuaca dan Atmosfer Liga 1
Pindah dari Florida, Amerika Serikat, ke Jakarta tentu membawa tantangan tersendiri bagi Jean Mota. Tantangan utama yang harus ia hadapi adalah tingkat kelembapan udara yang tinggi di Indonesia, yang seringkali menguras fisik pemain asing dalam waktu singkat.
Namun, Persija Jakarta dikenal memiliki sistem pendukung yang baik untuk pemain asing. Keberadaan beberapa pemain asal Brasil lainnya di liga dan staf pelatih yang memahami karakter pemain Amerika Latin membantu proses adaptasi Mota.
Selain itu, atmosfer suporter The Jakmania yang luar biasa menjadi motivasi tambahan bagi Mota. Dalam wawancara pertamanya, Mota mengaku terkesan dengan fanatisme pendukung Persija yang mengingatkannya pada atmosfer sepak bola di Brasil. Dukungan masif dari tribun diharapkan bisa mempercepat proses “nyetel” Mota dengan gaya permainan tim di lapangan.
Dampak Strategis bagi Taktik Persija Jakarta
Di bawah asuhan pelatih Persija, Jean Mota diproyeksikan sebagai jenderal lapangan tengah. Dalam formasi 3-4-3 atau 4-3-3 yang sering diterapkan, Mota akan berperan sebagai penghubung antara lini belakang dan lini depan.
Kehadirannya memungkinkan penyerang-penyerang Persija untuk lebih fokus berada di dalam kotak penalti, karena mereka tahu ada pemain di belakang mereka yang mampu mengirimkan umpan-umpan matang. Selain itu, Mota juga bisa menjadi pemecah kebuntuan melalui tembakan jarak jauhnya jika pertahanan lawan bermain terlalu rapat ke dalam (low block).
Secara manajerial, perekrutan Mota juga menaikkan brand image Persija di mata dunia. Nama Inter Miami dan keterkaitannya dengan Messi membuat media internasional sempat menyoroti perpindahan ini, yang secara tidak langsung memberikan eksposur positif bagi sepak bola Indonesia.
Harapan Jakmania, Menuju Gelar Juara

Ekspektasi Jakmania terhadap Jean Mota tentu sangat tinggi. Setelah melihat performanya di MLS bersama Messi, suporter menginginkan Mota bisa memberikan dampak instan bagi performa tim. Persija Jakarta memiliki target untuk selalu berada di papan atas dan bersaing memperebutkan gelar juara setiap musimnya.
Mota menyadari beban tersebut. Dengan pengalaman dan kualitas yang dimilikinya, ia diharapkan tidak hanya menjadi bintang individu, tetapi juga menjadi pemimpin yang mampu mengangkat moral tim saat berada dalam situasi sulit di lapangan. Konsistensi akan menjadi kunci utama bagi Mota untuk menahbiskan dirinya sebagai salah satu legenda pemain asing yang pernah berseragam oranye.
Kesimpulan
Jean Mota adalah simbol baru dari ambisi Persija Jakarta. Perjalanannya dari Brasil menuju Florida hingga akhirnya mendarat di Jakarta adalah sebuah narasi menarik dalam sepak bola modern. Sebagai eks rekan setim Lionel Messi, Mota membawa aura profesionalisme dan kualitas teknis yang berada di atas rata-rata.
Tantangan di depan memang tidak mudah, namun dengan kualitas jempolan dan dukungan penuh dari Jakmania, Jean Mota memiliki segala prasyarat untuk menjadi idola baru di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Macan Kemayoran kini memiliki jenderal baru, dan seluruh mata pecinta sepak bola nasional kini tertuju padanya. Selamat datang di Jakarta, Jean Mota!
