Anthony Ginting
Immediate-Renova – Langkah tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting, harus terhenti di babak 16 besar turnamen Orleans Masters 2026. Bertanding di Palais des Sports, Orleans, Prancis, pada Jumat (20/3/2026) dini hari WIB, Ginting menyerah di tangan unggulan pertama asal Taiwan, Chou Tien Chen. Kekalahan ini menjadi sorotan tajam mengingat Ginting sedang dalam misi besar untuk memperbaiki peringkat dunianya yang sempat merosot tajam akibat cedera panjang di musim sebelumnya.
Pertandingan yang berjalan selama kurang lebih 40 menit tersebut berakhir dengan skor cukup telak, 14-21 dan 10-21. Hasil ini sekaligus memastikan bahwa sektor tunggal putra Indonesia tidak lagi menyisakan wakil di babak perempat final, menyusul kekalahan pemain muda lainnya di babak-babak awal.
Jalannya Gim Pertama, Dominasi Awal Chou Tien Chen

Sejak set pertama dimulai, Chou Tien Chen langsung menunjukkan kelasnya sebagai unggulan utama. Pemain veteran Taiwan ini menerapkan tempo permainan yang sangat terkontrol, memaksa Anthony Ginting untuk terus berlari di area pertahanannya sendiri. Ginting sempat mencoba memberikan perlawanan dengan beberapa smash silang andalannya, namun pertahanan rapat yang dibangun Chou sulit ditembus.
Interval gim pertama ditutup dengan keunggulan Chou Tien Chen di posisi 11-7. Selepas jeda, Ginting mencoba untuk lebih agresif dan sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 14-16. Namun, kesalahan-kesalahan sendiri (unforced errors) yang kerap dilakukan Ginting justru menjadi keuntungan bagi lawan. Chou akhirnya menutup gim pertama dengan skor 21-14.
Gim Kedua: Ginting Gagal Keluar dari Tekanan
Memasuki gim kedua, harapan untuk melihat kebangkitan Anthony Ginting sempat muncul saat ia mencetak dua poin awal. Namun, performa tersebut tidak bertahan lama. Chou Tien Chen dengan cepat mengambil alih kendali permainan. Strategi penempatan bola Chou yang sangat akurat di garis belakang membuat Ginting kesulitan untuk membangun serangan balik yang efektif.
Kelelahan fisik dan mental tampak mulai memengaruhi permainan Ginting. Ia sering terlambat mengantisipasi bola-bola netting tipis dari Chou. Alhasil, selisih poin pun kian menjauh. Ginting tertinggal jauh di angka 5-11 saat interval dan akhirnya harus merelakan gim kedua berakhir dengan skor sangat mencolok, 10-21.
Analisis Kekalahan: Masalah Konsistensi dan Akurasi
Kekalahan telak ini menggarisbawahi satu masalah utama yang sedang dihadapi Anthony Ginting: konsistensi. Sepanjang pertandingan, Ginting tercatat melakukan banyak kesalahan pada pengembalian bola yang sebenarnya tidak terlalu sulit. Kurangnya akurasi dalam penempatan bola membuat Chou Tien Chen dengan mudah melancarkan serangan mematikan.
Selain itu, Chou Tien Chen yang kini berusia 36 tahun menunjukkan bahwa pengalaman dan fisik yang terjaga bisa mengalahkan kecepatan. Chou bermain sangat cerdik dengan tidak meladeni adu rally cepat yang diinginkan Ginting, melainkan menarik Ginting ke dalam permainan lambat yang penuh dengan tipu daya di depan net.
Dampak Cedera Bahu dan Pinggang terhadap Performa Anthony Ginting

Perlu diingat bahwa tahun 2026 adalah tahun “mulai dari nol” bagi Anthony Ginting Atlet Badminton Indonesia. Setelah mengalami cedera bahu serius pada akhir 2025 dan gangguan pinggang di awal Januari 2026, kondisi fisiknya belum kembali 100%. Di Orleans Masters kali ini, terlihat mobilitas Ginting tidak selincah saat ia berada di masa puncaknya.
Absen dalam waktu lama dari turnamen level atas membuat feeling bertanding Ginting sedikit memudar. Hal ini terlihat dari keragu-raguannya dalam mengambil keputusan saat poin-poin krusial. Ginting sendiri mengakui bahwa proses pemulihan mental setelah cedera sering kali lebih sulit daripada pemulihan fisik itu sendiri.
Perbandingan Kekuatan: Head-to-Head Ginting vs Chou
Kekalahan di Orleans Masters 2026 ini menambah catatan negatif dalam rekor pertemuan Ginting melawan Chou Tien Chen. Meskipun secara keseluruhan keduanya sering saling mengalahkan, dalam dua pertemuan terakhir di tahun 2026, Chou selalu berhasil keluar sebagai pemenang.
| Komponen | Anthony Ginting | Chou Tien Chen |
| Skor Akhir | 14-21, 10-21 | Menang (2-0) |
| Peringkat BWF (Maret 2026) | 47 | 6 |
| Status di Turnamen | Non-unggulan | Unggulan Pertama |
Data di atas menunjukkan adanya perbedaan peringkat yang cukup jauh saat ini, yang tentu memengaruhi rasa percaya diri pemain di atas lapangan.
Misi Comeback ke Top 20 Dunia Terhambat
Sebelum berangkat ke Prancis, Anthony Ginting secara terbuka menyatakan target pribadinya untuk menembus kembali jajaran Top 20 Dunia pada akhir musim 2026. Hasil semifinal di Swiss Open pekan lalu sebenarnya memberikan suntikan poin yang cukup untuk mengangkat peringkatnya ke posisi 47.
Namun, kegagalan melangkah jauh di Orleans Masters (BWF Super 300) ini menjadi hambatan kecil dalam misinya. Ginting membutuhkan setidaknya babak perempat final atau semifinal secara konsisten di setiap turnamen level Super 300 dan 500 untuk mempercepat kenaikan peringkatnya agar bisa kembali masuk ke turnamen level elit seperti Super 1000.
Sektor Tunggal Putra Indonesia Tanpa Wakil

Tersingkirnya Anthony Ginting memastikan bahwa Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sektor tunggal putra Orleans Masters 2026. Sebelumnya, pemain muda Mohammad Zaki Ubaidillah (Ubed) juga sudah terhenti di babak 32 besar setelah kalah dari wakil Jepang, Yushi Tanaka.
Situasi ini menjadi alarm bagi PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) untuk terus mengevaluasi kesiapan para pemain tunggal putra, terutama dalam menghadapi turnamen-turnamen di Eropa yang memiliki kondisi lapangan dan cuaca yang berbeda. Kehilangan seluruh wakil sebelum babak perempat final tentu bukan hasil yang diharapkan.
Jadwal Turnamen Ginting Berikutnya
Meski kalah, tidak ada waktu bagi Anthony Ginting untuk meratapi hasil ini. Berdasarkan kalender BWF 2026, Ginting dijadwalkan akan mengikuti beberapa turnamen penting lainnya di Asia untuk terus mengumpulkan poin. Fokus utamanya adalah persiapan menuju Thomas Cup 2026 yang akan digelar bulan depan.
Ginting diharapkan bisa memulihkan kondisi fisiknya secara maksimal di sela-sela jadwal turnamen yang padat. Pengalaman pahit di Orleans ini harus dijadikan bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk memperbaiki aspek strategi dan ketahanan fisik Ginting agar bisa bersaing dengan pemain papan atas lainnya.
Pelajaran Berharga bagi Anthony Ginting
Hasil Orleans Masters 2026 memang mengecewakan bagi pendukung bulu tangkis di tanah air. Kekalahan 14-21, 10-21 dari Chou Tien Chen menunjukkan bahwa Anthony Ginting masih butuh waktu untuk mencapai level kompetitif terbaiknya pasca-cedera. Namun, kekalahan ini juga memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya kecerdikan dalam menyusun strategi di lapangan.
Chou Tien Chen memberikan “pelajaran” nyata bahwa kedisiplinan menjaga kondisi badan adalah kunci panjangnya karier seorang atlet. Bagi Ginting, perjalanan di tahun 2026 masih panjang. Dengan semangat pantang menyerah, peluang untuk kembali ke jajaran elit dunia masih terbuka lebar.
