Gregoria Mariska Tunjung
Immediate-Renova – Dunia bulu tangkis Indonesia sedang memberikan perhatian penuh pada kondisi kesehatan tunggal putri terbaiknya. Kabar terbaru dari pelatnas Cipayung menyebutkan bahwa Gregoria Mariska Tunjung, PBSI sampaikan persetujuan protected ranking atas nama dirinya kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Langkah ini diambil sebagai respons atas cedera yang dialami pemain yang akrab disapa Jorji tersebut, guna memastikan posisinya di papan atas dunia tidak merosot tajam selama masa pemulihan.
Keputusan ini menjadi angin segar sekaligus bukti nyata bahwa federasi sangat melindungi aset terbaik mereka. Di tengah persaingan tunggal putri dunia yang semakin ketat, kehilangan poin peringkat akibat absen panjang bisa menjadi mimpi buruk bagi atlet mana pun. Dengan status ini, Gregoria memiliki jaminan keamanan untuk kembali berkompetisi di level tertinggi setelah kondisinya dinyatakan pulih 100%.
Memahami Mekanisme Protected Ranking dalam Regulasi BWF

Bagi banyak penggemar awam, istilah protected ranking mungkin masih terdengar asing. Secara sederhana, protected ranking adalah fasilitas perlindungan peringkat yang diberikan BWF kepada pemain yang harus absen minimal tiga hingga dua belas bulan akibat cedera serius atau alasan medis lainnya.
Dalam kasus Gregoria Mariska Tunjung, PBSI sampaikan persetujuan protected ranking atas nama dirinya agar peringkat dunia Gregoria “dibekukan” pada posisi terakhir saat ia aktif bertanding. Hal ini sangat krusial karena peringkat dunia menentukan status unggulan (seeded) dan kelayakan pemain untuk mengikuti turnamen kategori tinggi seperti Super 750 dan Super 1000. Tanpa perlindungan ini, absen selama enam bulan saja bisa membuat peringkat seorang pemain terjun bebas dari 10 besar ke luar 50 besar, yang memaksa mereka merangkak kembali dari babak kualifikasi atau turnamen level rendah.
Alasan Medis dan Fokus Pemulihan Gregoria Mariska Tunjung
Keputusan untuk membekukan peringkat tidak diambil secara sembarangan. PBSI, melalui tim medis dan pelatih kepala tunggal putri, telah melakukan evaluasi mendalam terhadap cedera yang diderita Gregoria. Sejak paruh kedua tahun 2025, performa Gregoria memang terlihat terganggu oleh masalah pada area lutut dan pinggang yang kambuhan.
Kabid Binpres PBSI menegaskan bahwa memaksakan Gregoria untuk terus bertanding demi mengejar poin hanya akan memperburuk kondisi fisiknya. “Fokus utama kami adalah karier jangka panjang Gregoria. Dengan adanya persetujuan protected ranking, Gregoria kini bisa fokus sepenuhnya pada rehabilitasi tanpa perlu merasa cemas akan kehilangan posisinya di turnamen-turnamen besar mendatang,” ungkap perwakilan PBSI dalam konferensi pers di Jakarta.
Langkah ini juga dipandang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Gregoria yang telah menjadi tumpuan tunggal putri Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Keberhasilannya meraih medali di kejuaraan besar telah membangkitkan kembali gairah sektor tunggal putri tanah air.
Dampak Terhadap Peta Persaingan Tunggal Putri Indonesia

Absennya Gregoria dalam beberapa bulan ke depan tentu meninggalkan lubang besar di skuad Merah Putih. Namun, di sisi lain, situasi ini memberikan kesempatan bagi pemain muda seperti Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Komang Ayu Cahya Dewi untuk naik kelas dan memikul tanggung jawab lebih besar.
Dengan Gregoria Mariska Tunjung, PBSI sampaikan persetujuan protected ranking atas nama dirinya, manajemen tim nasional dapat menyusun ulang strategi pengiriman pemain. Sementara Gregoria beristirahat, anggaran dan slot turnamen dapat dialokasikan untuk mempercepat jam terbang pemain pelapis. Harapannya, saat Gregoria kembali nanti, Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan satu orang, melainkan memiliki skuad tunggal putri yang lebih dalam dan kompetitif.
Status protected ranking ini biasanya berlaku efektif setelah disetujui oleh BWF, dan Gregoria diharapkan dapat kembali ke lapangan pada pertengahan musim 2026. Selama masa tunggu tersebut, poin peringkatnya akan tetap pada angka saat pengajuan disetujui, sehingga ia tidak akan kehilangan statusnya sebagai salah satu pemain elit dunia saat comeback.
Strategi Comeback, Tantangan Pasca Masa Perlindungan
Mendapatkan protected ranking hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya bagi Gregoria adalah bagaimana membangun kembali ritme pertandingannya setelah absen lama. Sejarah bulu tangkis dunia menunjukkan bahwa banyak pemain besar kesulitan menemukan kembali performa terbaiknya setelah masa pembekuan peringkat berakhir.
Tim kepelatihan PBSI kabarnya sudah menyiapkan program latihan khusus yang bersifat progresif. Gregoria tidak akan langsung diterjunkan ke turnamen dengan intensitas tinggi, melainkan akan melalui fase adaptasi untuk mengembalikan insting bertanding dan ketahanan fisiknya. Dukungan psikologis juga menjadi aspek penting yang disiapkan oleh PBSI, mengingat tekanan mental saat kembali ke lapangan setelah cedera seringkali lebih berat daripada cedera itu sendiri.
Masyarakat bulu tangkis Indonesia diharapkan tetap memberikan dukungan moral kepada Gregoria. Kesabaran dalam menanti sang juara kembali adalah kunci agar proses pemulihan ini berjalan optimal tanpa adanya tekanan yang tidak perlu.
Pentingnya Perlindungan Atlet Gregoria Mariska Tunjung dalam Era Bulu Tangkis Modern

Kasus Gregoria Mariska Tunjung, PBSI sampaikan persetujuan protected ranking atas nama dirinya juga menjadi pelajaran berharga bagi manajemen olahraga Badminton di Indonesia tentang pentingnya sains olahraga (sport science) dan perlindungan hak-hak atlet. Di era bulu tangkis modern yang jadwalnya sangat padat, risiko cedera menjadi sangat tinggi.
Kebijakan perlindungan peringkat ini merupakan bentuk kemanusiaan dalam olahraga profesional. Atlet bukan sekadar mesin pencetak medali, melainkan manusia yang membutuhkan waktu untuk pulih. Langkah proaktif PBSI dalam mengajukan perlindungan ini menunjukkan bahwa federasi mulai mengadopsi standar manajemen atlet internasional yang lebih baik dan berkelanjutan.
Hal ini juga diharapkan menjadi preseden positif bagi atlet-atlet lain di masa depan. Jika seorang atlet mengalami kendala kesehatan yang serius, mereka tahu bahwa federasi akan berdiri di belakang mereka untuk menjamin kelangsungan karier profesional mereka.
Menanti Kembalinya Sang Ratu dengan Kekuatan Baru
Keputusan mengenai Gregoria Mariska Tunjung, PBSI sampaikan persetujuan protected ranking atas nama dirinya adalah langkah paling logis dan strategis yang bisa diambil saat ini. Meskipun penggemar akan merindukan aksi-aksi ciamik Gregoria Mariska Tunjung di lapangan untuk sementara waktu, masa istirahat ini sangat diperlukan agar ia bisa kembali dalam kondisi yang lebih kuat, lebih bugar, dan lebih siap untuk meraih gelar-gelar bergengsi lainnya.
Kita semua berharap proses rehabilitasi Gregoria berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan peringkat yang terlindungi, jalan baginya untuk kembali ke puncak dunia tetap terbuka lebar. Mari kita nantikan kembalinya Gregoria Mariska Tunjung dengan semangat baru yang akan kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
